Basa-basi dulu..!!!

Ances w paling BENCI ada orang yang billang w wadul/... padahal nama w udah bagus eh ini malah di pake pleSETAN.Gak tau tuh orang-orang is-eng yang pasti w gak suka di bilang kayak gitu...."kata bu Lilis BK juga  orang yang ngatain sesuatu pasti orang itu yang memilki sesuatu itu..... tapi gak apalh buat temen akrab w tapi yang bikin males orang-orang PLANET  cuman ikut-ikutan aja..........

PERMATA TASIK !



Urang Mah LOPE TASIK !!

>> Klik Buat Lanjutin Ngebaca "PERMATA TASIK !"

Profil FB Baru


>> Klik Buat Lanjutin Ngebaca "Profil FB Baru"

Kartu Lebaran Doel


>> Klik Buat Lanjutin Ngebaca "Kartu Lebaran Doel"

Satu Pekan (lagi) Sebelum UN

Gak krasa bentar lagi masa abu-abu w berakhir.... dan datanglah masa serius (yap pendidikan yang lebih tinggi tinggu ilmu,tinggi uangnya juga).Tapi sebelunya ada satu ujian yang harus diselesaikan dengan baik.UJIAN NASIONAL hal yang menjadi momok dikalangan pelajar ini makin taun maikn ribet aja..... udah standarnya terus dinaikin,tapi standar pendidikan ikut dinaikin gak ya?? OK deh itu urusan pemerintah yang jadi urusan kita adalah bagaimana kita bisa sekses ngalahain "PENJAHAT" ini.... Ni tips yang bisa dilakuain kalau mau UN :
1. Belajar yang bener
2. Pasang Strategi sebaik mungkin
3. Isi Pulsa
4.Tingakatkan rasa kesatuan diantara sesama.....
nAH selebihnya terserah anda,,,deh....

>> Klik Buat Lanjutin Ngebaca "Satu Pekan (lagi) Sebelum UN"

Lomba Desain Tshirt #bingkisanutkfollowers

   

Pertama bingung mau gambar apaan...tapi karena kondisi w terdesak bentar lagi harus kulih dan perlu dana banyak akhirnya w putusin untuk ikutan ini lomba dan ntar kalau menang mau dijual.hehehehe

Ok w mau jelasin ini tshirt 

Mulai dari Warna :

Warna merah melambangkan keberanian dan warna putih melambangkan kesucian didesain tersebut kita bisa lihat bahwa ada garis-garis yang berwarna merah dan putih.

Avatar Bapak Tifatul Sembiring :

Untuk avatar  sejarahnya gini di persyaratan lomba dicantumkan bahwa vektor atau foto gak boleh melanggar hak cipta dan akibatnya saya harus membuat sendiri berhubung foto bapak yang benar-benar milik saya saya gak punya.

Kecerian avatar itu menggambarkan sosok beliau karena setiap kali saya melihat beliau di layar televisi beliau tersenyem terus dan sayang dengan kelaurganya.

Makna Tulisan :

Tulisan "Untuk Indonesia lebih baik" ini merupakan harapan saya pribadi dan mungkin harapan semua rakyat indonesia yaitu dengan adanya bapak semoga saja indonesia lebih maju dan lebih baik.

Ok deh kayaknya segitu ajah dulu soalnya sewa warnet w udah cukup lama..........

semoga w menang


>> Klik Buat Lanjutin Ngebaca "Lomba Desain Tshirt #bingkisanutkfollowers"

Menteri (LAGI) yang dapat mobil

Zaman lagi kritis gini kalu ada ujan duit pasti deh langsung pada ngambil.Begitu juga para menteri yang baru aja dapat mobil baru (Ok dah w ucapin selamat dulu,semoga amanat ini gak disia-siakan OK) lmasuk lagi ke topic mobil yang harganya “WUAHAHAHAHAHAH BANGET” kalu menurut w tapi gak tahu kalu menurut yang lain soalnya w gak punya mobil sebagus+semahal itu.Kalu ada yang tahu anggaran mobil itu datang darimana ya? W gak tahu eum…. (maklum males belajar PKN)
Terlepas dari masalah darimana atau orang yang baikmana yang ngasih tuh mobil tapi w cuman berpendapat “COBA DAH DI ZAMAN KRISIS KAYA GINI BELI MOBILNYA YANG AGAK MURAHAN DIKIT AJA DAN KALAU BISA SISA BUAT BELI MOBIL LANGSNUNG TUH SUMBANGIN BUAT ANAK-ANAK YANG AMU KULIAH (SEPERTI W cukuplah buat uang sumbangan mah) Ok kalu ada yang jawab itukan program pemerintah ya udahlah….kalau memang begitu tapi w pribadi cukup merasa agak enak soalnya waktu lihat di TV ada statment dari salah satu menteri (gak tahu siapa cuz dari muali pemerintahan Megawati w udah gak ngapalin nama-nama menteri.Dia bilang oh salah beliau bilang kalau mobilnya itu biasa saja dan bukan barang mewah menurut dia (yah pa persaan itu disimpan dalm ati aja dah……JELAS-JELAS MOBIL ITU MAHAL ABIS,.,,….) tp kalu untuk ukuran bapa itu gak mewah yang mewah seperti apa????
Ok buat menteri-menteri lain god luck !! bangun Indonesia lebih baik.Buat yang kenal ama Bapak TIFATUL SEMBIRING salam ya…saya kagum euy…….

>> Klik Buat Lanjutin Ngebaca "Menteri (LAGI) yang dapat mobil"

Renungan Buat yang Mau,penyelengara UN

DI Buat oleh Dede Ilham Ranking satu klas XII IA 4 semster 5 Dede Berkata :

Banyak siswa yang menjadi korban! Ada yang bunuh diri karena gagal UN, sementara siswa berprestasi bahkan pemenang olimpiade fisika ada yang gagal UN! Ironisnya persyaratan lulus UN meningkat dari tahun ke tahun. Bagaimana dengan nilai standar kelulusan TAHUN 2010 ??? 
Perdebatan mengenai Ujian Nasional (UN) sebenarnya sudah terjadi saat kebijakan tersebut mulai digulirkan Pada Tahun Ajaran 2002/2003. UN atau pada awalnya bernama Ujian Akhir Nasional (UAN) menjadi penganti kebijakan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS). Dari hasil kajian Koalisi Pendidikan, setidaknya ada empat penyimpangan dengan digulirkannya UN.
 Pertama, aspek pedagogis. Dalam ilmu pendidikan, kemampuan peserta didik mencakup tiga aspek, yaitu pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), dan sikap (afektif). Tapi yang dinilai dalam UN hanya satu aspek kemampuan, yaitu kognitif, sedangkan kedua aspek lain tidak diujikan sebagai penentu kelulusan.
 Kedua, aspek yuridis. Beberapa pasal dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 telah dilanggar, contohnya pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan, yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. UN hanya megukur kemampuan pengetahuan dan penentuan standar pendidikan yang ditentukan secara sepihak oleh pemerintah. Pasal 58 ayat 1 menyatakan, evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambunga. Faktanya, selain merampas hak guru melakukan penilaian, UN mengabaikan unsure penilaian yang berupa proses. Selain itu, pada pasal 59 ayat 1 dinyatakan, pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Tapi dalam UN pemerintah hanya melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa yang sebenarnya itu merupakan tugas pendidik.
 Ketiga, aspek sosial dan psikolgis. Dalam mekanisme UN yang diselenggarakannya, pemerintah telah mematok standar nilai kelulusan dari tahun 2003 hingga 2007 adalah 3,01 ; 4,01 ; 4,26 ; 4,51 ; 5,00 bahkan tahun 2008 nilai rata-rata minimum 5,25. Ini menimbulkan kecemasan psikologis bagi peserta didik dan orang tua siswa. Siswa dipaksa menghafalkan pelajaran-pelajaran yang akan di-UN-kan di sekolah, tempat bimbingan belajar maupun di rumah.
 Keempat, aspek ekonomi. Secara ekonomis, pelaksanaan UN memboroskan biaya. Tahun 2005 saja dana yang dikeluarkan dari APBN dan masyarakat. Pada 2005 memang disebutkan pendanaan UN berasal dari pemerintah, tapi tidak jelas sumbernya, sehingga sangat memungkinkan masyarakat kembali akan dibebani biaya. Selain itu, belum dibuat system yang jelas untuk menangkal penyimpangan finansial dana UN. Sistem pengelolaan selama ini masih sangat tertutup dan tidak jelas pertanggungjawabannya. Kondisi ini bisa jadi menimbulkan terjadinya penyimpangan atau korupsi dana UN.
Ujian yang mengandalkan sistem pilihan ganda sangat memungkinkan segala sesuatunya terjadi. Ada unsur spekulasi dan untung-untungan di dalam menjawab soal-soal ujian. Kreatifitas para siswa tidak muncul. Kecurangan juga sangat dimungkinkan terjadi karena jawaban-jawaban hanya disimbolkan dengan alphabet seperti “A”, “B”, “C”, “D” dan “E”. Dengan bantuan teknologi seperi handphone jawaban-jawaban dapat ditransferkan melalui SMS oleh seseorang kepada para siswa yang sedang mengikuti ujian. Kita telah membaca di suat kabar dan menonton berita di televisi bahwa ada siswa menangis tidak lulus karena mencontek kunci jawaban yang salah. Suatu ironi menangisi “kebodohan” mental.
Memang tidak selalu hal-hal negatif yang mewarnai Ujian Nasional. Pemerintah sendiri mengklaim bahwa dengan sistem UN seperti saat ini para siswa menjadi lebih rajin belajar. Pada satu sisi pernyataan pemerintah ini benar. Sebagian dari siswa menjadi lebih rajin dalam belajar atau mungkin “belajar”? Mengapa “belajar” ini diakibatkan belajar dipesempit maknanya hanya dengan membahas soal-soal. Padahal belajar lebih dari itu. Belajar merupakan proses panjang yang diakhiri dengan evaluasi dan bukan hanya mempelajari soal-soal ujian.
Satu hal lagi yang dilupakan oleh pemerintah adalah bahwa tidak semua siswa menjadi lebih rajin dalam mempersiapkan menghadapi Ujian Nasional. Pemerintah mungkin lupa akan adanya kecerdasan majemuk dan sifat para siswa yang memang sangat beragam. Kita coba tanyakan kepada psikolog, setiap siswa memerlukan perlakuan yang berbeda termasuk dalam hal cara belajar. Ada siswa yang “diancam” akan lebih giat dan rajin belajar, tetapi tidak semua menjadi lebih rajin hanya dengan ancaman. Adanya perlu penyadaran agar lebih rajin. Disimpulkan bawa tidak mungkin membuat siswa-siswi kita yang jumlahnya ribuan tersebut dengan satu sistem dan metode daja walaupun metode tersebut napaknya berhasil. Oleh sebab itu pemerintah untuk lebih instopeksi diri dan melihat dampak negative yang sudah terbukti dan bukan hanya mempertahankan argumen manfaatnya saja.

Pesan untuk Menteri Pendidikan Nasional yang baru Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh alangkah baiknya jajaran pemerintah bercermin mengenai sistem pendidikan yang sudah berjalan, untuk mendapatkan sistem pendidikan ke depan yang jauh lebih baik. 
   



>> Klik Buat Lanjutin Ngebaca "Renungan Buat yang Mau,penyelengara UN"

Postingan Populer


Pengikut